Breaking News
Loading...
14 October 2011

Mencoba Mikrotik di Virtual Box

Sebetulnya saya masih ragu untuk menulis ini. Ya maklum lah belum mengerti banyak tentang mikrotik he he he… Tapi nggak apalah daripada nganggur. Mengisi waktu luang dengan menulis lebih baik :) . Sebelum saya mulai, saya pengen ulas sedikit tentang
1. Apa itu Mikrotik
2. Apa itu Virtual Box
Mikrotik atau disebut juga Mikrotik RouterOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi Router Network yang handal, mencakup berbagai fitur untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hotspot. Paham belum? he he gampang aja… Tu kan saya cuma ngutip dari situsnya mikrotik Indonesia di http://www.mikrotik.co.id silakan Anda baca sendiri tentang mikrotik di sana.
Sedikit yang saya ketahui dari Mikrotik adalah:
1. Mikrotik adalah turunan dari linux yang tidak mempunyai GUI (tampilan berbasis Window) sehingga jangan kaget kalau nanti tampilannya cuma text aja :D
2. Mikrotik mempunyai ukuran yang kecil, versi terbarunya (Mikrotik 4.10) hanya mempunyai ukuran file iso sebesar 17,8 MB saja.
3. Mikrotik bisa digunakan untuk keperluan networking baik dalam skala besar maupun kecil, baik itu perkantoran, hotspot, warnet, wifi untuk publik dan lain-lain, pokoknya komplit deh :D dan semuanya juga tergantung hardware yang dimiliki.
4. Mikrotik software berbayar lhoh, tapi tenang aja, ada jamunya kok (upps) maksud saya Mikrotik RouterOS menyediakan versi freenya, tapi hanya bisa digunakan selama 24 jam. Nggak apa-apa kan kalau cuma buat belajar aja. Okay… :D
5. Mikrotik dapat diremote dengan software berbasis GUI dengan nama Wnbox (keterangan lebih lanjut silakan Anda cari sendiri).
Virtual Box
Virtual Box
Lalu apa itu Virtual Box?
Saya yakin anda semua pasti banyak yang tahu tentang software yang satu ini. Software ini free, dikembangkan oleh Sun. Fungsi software ini nggak jauh beda dengan VMWare yaitu digunakan untuk membuat mesin virtual. Lhoh kenapa kok harus menggunakan mesin virtual? Bukannya kita udah punya komputer untuk menjalankan Mikrotik RouterOS? Nah, ini dia masalahnya. Mikrotik akan mengambil alih somua resource pada hardware kita. Intinya, semua resource dari komputer yang kita pakai akan dipakai untuk menjalankan Mikrotik :( . Lantas bagaimana kita mau belajar kalau misalnya yang muncul cuma tampilan layar hitam dengan tulisan-tulisan yang mungkin kita nggak bisa baca karena belum bisa, lagi-lagi harddisk kita akan diformat habis oleh Mikrotik jika kita serta merta menginstallnya begitu saja, dan kita tidak biasanya enggan untuk beli perangkat baru cuma untuk belajar saja.
Semua permasalahan itu akan dapat kita selesaikan dengan sebuah Virtual Box. Virtual Box akan membantu kita menyediakan komputer (seolah-olah komputer baru) yang dapat kita setting spesifikasinya. Sebetulnya fungsi Virtual Box bukan hanya untuk menjalan Mikrotik aja, tapi hampir semua sistem operasi didukung oleh Virtual Box ini.
Langkah awal yang harus disiapkan:
1. Download Mikrotik di sini. – (18 MB)
2. Download Virtual Box di sini. – (75 MB)
3. Seduh kopi untuk menemani anda (optional) :D
Langkah awal silakan install Virtual Box anda. Oh iya, sistem operasi yang saya gunakan saat ini adalah Microsoft WindowsXP SP3 dan Virtual Box mempunyai format file exe dengan besar 75,1 MB. Setelah selesai menginstall Virtual Box, silakan Anda membuat mesin baru dengan ketentuan:
1. Nama: Mikrotik
2. Operating System: pilih Linux dan Version pilih: Other Linux (tahu sendiri kan alasannya apa?)
3. Kapasitas Memory (RAM): 256 MB
4. Harddisk virtual: paling tidak 500MB
Susah? Tenang saja, Anda akan dibantu wizard dalam membuatnya. Setelah mesin baru dibuat, dan saya mengucapkan selamat, Anda sudah punya komputer baru he he he… Jalankan mesin baru tersebut dengan memilihnya dan klik tombol panah hijau untuk menjalankan mesin. Kemudian anda dihadapkan untuk memasukkan bootable media sebagai sistem operasi Anda. Silakan masukkan iso Mikrotik yang telah anda download. Lagi-lagi wizard akan membantu anda hehehe… (bilang aja kalau males nulis :D )
Setelah anda berhasil boot, tampilan awal mikrotik installer akan muncul dengan opsi paket-paketnya. Tanpa basa-basi langsung saja tekan tombol “a” di keyboard untuk memilih menginstall semua paket kemudian tekan tombol “i” pilih ya dan enter. Tungu proses instalasi selesai. Kalau di komputer saya proses instalasi berjalan hanya beberapa detik :) .
Perhatikan, setelah muncul tulisan Reboot untuk memulai, silakan tutup dan matikan mesin virtual. Kemudian jalankan lagi tapi, tunggu sebentar. Sebelum menjalankan silakan klik kanan mesin virtual Mikrotik anda kemudian masuk ke menu System dan ubah prioritas boot Harddisk ke paling atas. Anda bisa menekan tombol panah ke atas. Apa tujuannya? Seperti di komputer biasa, jika kita menset prioritas CD-ROM pada prioritas boot pertama, maka ketika ditemukan CD di dalam CD Drive maka boot akan dilakukan pada CD tersebut. Hal ini juga akan terjadi pada mesin virtual ini. Karena kita telah memasukkan CD dengan file iso yang kita masukkan pertama tadi dan proses instalasi akan berulang kembali (padahal kan kita sudah menginstallnya tadi). Setelah proses itu selesai, silakan jalankan mesin virtual Mikrotiknya, dan selamat, Anda bisa mencicipi Mikrotik. Untuk perintahnya saya belum berani kasih tutorialnya karena saya juga masih belajar he he… Mungkin Pakde Google tak akan lelah membantu Anda :D .

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer